We R Here Whenever U Need US

Copyright © 2006- ady 15
Selamat Datang di Blog Sederhana Ini d(^.^)b

Jumat, 04 Juni 2010

Fakta Pengakuan Wanita Tentang Seks

✰⓯☛☛☛ᏙdЎj!Ѐ☚☚☚⓯✰


Wanita dan seks merupakan paduan yang menarik bagi seorang pria. Tapi harus
disadari bagi pria sejati, wanita bukanlah hanya sekedar obyek seksual. Wanita
adalah pasangan seksual yang juga memiliki keinginan dan kebutuhan yang relatif
sama dengan pria. Meskipun kebutuhan itu disampaikan dengan cara yang agak
berbeda karena perbedaan fisik maupun psikis antara wanita dan pria. Perbedaan
ini membuat kadang sang pria salah dalam mengapresiasikan keinginan seksualnya
untuk memuaskan pasangan.


Hal ini tentu akan berdampak negatif bagi
kehidupan seksual mereka berdua, dan akan bertambah buruk bila komunikasi
diantara mereka kurang terbuka apalagi bila sang pria termasuk golongan pria
“slonong boy” yang tidak mau tahu dengan kebutuhan sang wanita.
Beberapa
pengakuan wanita di bawah ini mungkin akan membuat anda sedikit membuka mata,
bahwa ada beberapa hal yang harus anda perhatikan agar wanita pasangan anda
menjadi semakin lengket dengan anda.

Pengakuan Leni, seorang karyawati berumur 24
tahun


"Pasangan saya selalu melakukan hal yang keliru di dalam
melakukan antisipasi ketika saya mulai mencapai klimaks. Dia selalu mempercepat
goyangan dengan begitu bernafsunya sehingga momen orgasme saya yang indah itu
tidak berbekas. Seharusnya lelaki itu mengerti dan tahu apa yang harus
dilakukannya apabila wanita mulai mencapai klimaks, yaitu memperlambat goyangan
pada sikap gerakan yang hampir diam, dan kemudian mulai menggerakkan penisnya
lagi secara perlahan-lahan sehingga gesekan penis di dalam vagina akan terasa
begitu menggelitik berbaur dengan rasa klimaks yang baru saja tercapai sehingga
kenikmatan yang saya peroleh, saking nikmatnya, akan sulit untuk saya ungkapkan
dengan kata-kata.

Sering terlintas dalam pikiran saya ternyata orgasme
yang saya peroleh melalui masturbasi jauh lebih nikmat dibandingkan dengan
orgasme yang diperoleh dari penis laki-laki semacam yang di atas karena dengan
cara masturbasi saya dapat merasakan kontraksi di dalam vagina dengan cara
mengurangi sentuhan atau gerakan tangan saya ketika saya akan mulai
klimaks".


Pengakuan Nina, seorang ibu
rumah tangga berumur 31 tahun


"Pada umumnya setiap lelaki
mengetahui bahwa payudara wanita adalah daerah sensitif untuk meningkatkan
gairah birahi wanita disamping clitoris. Selain sensitif untuk meningkatkan
gairah birahi juga merupakan daerah yang rawan menerima rasa sakit. Kebetulan
payudara saya ukurannya termasuk ukuran besar, dan suami saya sangat senang
memainkan payudara saya baik sebelum maupun selama bersetubuh. Kalau mengisap
puting payudara saya, dia lakukan lama sekali dan kalau dia sudah akan mencapai
orgasme remasan-remasannya pada payudara saya begitu liar sehingga rasa nikmat
hilang menjadi rasa sakit yang akibatnya saya selalu ingin segera mengakhiri
acara persetubuhan ini.

Sudah sering saya katakan padanya bahwa kalau dia
meremas-remas payudara saya terlampau keras saya hanya merasakan rasa sakit
bukan rasa nikmat. Suami saya menjawab, bahwa hal itu pasti akan selalu terjadi
karena payudara kamu begitu besar dan sangat merangsang untuk diremas dengan
keras dan ekspresi wajah saya katanya kelihatan menyukai hal
tersebut.

Padahal bagi hampir semua wanita, kalau puting payudara ini
dihisap atau dikulum terlampau lama maka puting payudara itu akan menjadi keras
dan sensitivitasnya menjadi berkurang. Waktu saya ngobrol mengenai hal ini
dengan teman saya yang kebetulan juga memiliki ukuran payudara yang besar,
diapun ternyata mempunyai masalah yang sama dengan pasangannya, dan dia
mengatakan kepada saya bahwa wanita yang memiliki payudara besar akan lebih
sering menderitanya dibandingkan dengan kenikmatannya yang diperoleh oleh wanita
yang hanya memiliki payudara yang berukuran sedang.

Karena mungkin saja
dalam benak pikiran laki-laki, tersimpan pikiran bahwa wanita dengan payudara
yang berukuran besar itu menyenangi perlakuan yang lebih untuk payudaranya
sehingga lelaki pasangan kita itu selalu dengan rakus dan kasar mempermainkan
payudara wanita yang berukuran besar. Pikiran semacam itu salah sama sekali!
Terlepas dari besar kecilnya ukuran payudara wanita, perlakuan yang lembut dan
liar (bukan kasar) atas payudara itu akan memberikan rangsangan yang luar biasa
sekali, dan jauh dari rasa sakit. Akibat dari hal ini, sudah lama saya jarang
mencapai orgasme kalau bersetubuh dengan suami saya, pelarian saya untuk
mencapai orgasme adalah melalui vibrator".


Pengakuan Hesti, seorang sekretaris berumur 23
tahun


"Pasangan saya kalau bersetubuh tidak pernah bisa lama atau
menunggu saya dalam mencapai orgasme. Tapi untungnya saya tetap bisa puas dan
akhirnya mencapai orgasme dengan kualitas orgasme yang dapat membuat saya
benar-benar puas. Yang dia lakukan apabila dia sudah klimaks adalah mencabut
penisnya dari vaginaku, dan segera dia memasukkan dua jari tangannya, yaitu jari
telunjuk dan jari manis, ke dalam vaginaku dan menggosok dengan gerakan memutar
secara perlahan clitoris-ku dengan jempolnya. Kemudian dia menggantikan peran
jempol tersebut dengan lidahnya untuk berputar-putar di atas clitoris-ku sambil
jari-jarinya digerakan keluar masuk menggesek bagian dalam vaginaku. Dengan apa
yang dia lakukan, saya tidak pernah dapat bertahan lama, klimaks dengan
kenikmatan yang sensasional"

Pengakuan
Lina, seorang asisten front office manajer sebuah hotel berbintang di Bandung
berumur 25 tahun


"Sulit mendapatkan pria, apakah dia bujangan atau
sudah married yang menguasai 'The Art of Sex'. Setiap saya mau mencapai klimaks
akibat foreplay yang dilakukan oleh sang pria tanpa sadar biasanya saya suka
nyerocos ngomong ngelantur seperti teriak, "aadduuh.., Lina hampir keluar" atau
"Ohh.., Lina nggak tahan lagi", dan yang semacamnya. Mendengar erangan Lina
semacam itu sang pria pasti langsung memasukan penisnya sekaligus dengan tekanan
yang keras. Bukannya saya mencapai klimaks tapi malah rasa sakit yang saya
dapatkan dan gairah saya jadi menurun karena caranya itu.

Seharusnya
pasangan Lina tahu bahwa erangan dan teriakan Lina seperti ini ditanggapi dengan
memasukan penisnya secara 'gentle', tekan perlahan tapi lakukan sedalam mungkin,
kemudian gerakan dengan teratur tetapi tidak terlalu cepat. Kalau si pria
melakukan hal seperti ini, maka akan terasa sekali bagaimana kepala penis
membuka bibir vagina yang berusaha masuk ke dalam dan otomatis lubang vagina
akan membesar dan bertambah basah sehingga dengan mudah dan nikmat penis itu
akan masuk semuanya ke dalam vagina, yang pasti tidak lama kemudian si Lina akan
mencapai orgasme.

Pengakuan Hani, seorang
ibu rumah tangga berusia 38 tahun


Suami Hani termasuk suami yang
termasuk cepat klimaks, sehingga Hani sering sekali kecewa. Setelah ia klimaks,
dia malah tidak ada usaha sedikitpun untuk melakukan sesuatu agar Hani dapat
juga mencapai kepuasan kalau bersetubuh dengan dia. Pada suatu malam, dia
mengajak Hani bersetubuh dan tentunya sebagai istri Hani selalu siap untuk
melayaninya. Diluar kebiasaannya, malam itu dia kuat sekali bersetubuhnya, Hani
jadi bertanya-tanya, bagaimana mungkin suami Hani dalam soal bersetubuh dapat
berubah begitu drastis menjadi laki-laki yang perkasa, padahal selama dua tahun
usia perkawinan kita, paling lama dia hanya mampu bertahan 3-5 menit
saja.

Malam itu beberapa kali Hani mencapai orgasme. Dua hari kemudian
kita bersetubuh lagi, sewaktu pemanasan Hani melakukan oral seks, terasa bau dan
sedikit pedas di mulut Hani. Mulut Hani terasa tidak nyaman sama sekali dan
birahi Hani langsung turun drastis. Teka-teki yang ada di benak Hani terjawab
sudah, ternyata penis suami Hani sebelum bersetubuh telah diolesi dengan semacam
obat yang mampu menimbulkan rasa kebal.

Malam itu, meskipun dia mampu
bertahan lebih dari 30 menit, Hani tetap tidak dapat mencapai orgasme, vagina
Hani sampai pedih menahan gesekan penisnya. Pemakaian obat semacam itu sangat
mengganggu pikiran Hani, dan semakin lama semakin terasa bahwa vagina Hani bukan
sedang dimasukin penis tetapi terasa sedang ditusuk-tusuk oleh sebuah benda
mati. Hani tidak ada gairah lagi, karena Hani punya perasaan bahwa apapun gaya
Hani bersetubuh tidak akan ada artinya kalau yang dihadapi adalah penis yang
tidak mempunyai rasa sensitifitas.

Perlu untuk diketahui oleh para pria,
bahwa pemakaian obat semacam itu belum tentu akan mampu menghasilkan orgasme
yang indah bagi pasangannya, contohnya seperti apa yang saya alami dengan
suamiku sendiri. Lebih baik meminta saran dokter atau yang memang ahli di dalam
bidang seksual untuk berkonsultasi bagaimana caranya untuk mengatasi masalah
ejakulasi dini yang kalian hadapi".


Pengakuan Winda, seorang wanita berumur 22
tahun.


"Pada saat malam pertama, Winda dan suami melakukan hal
yang biasa dilakukan oleh pengantin baru lainnya, mereka sama-sama masih baru
dalam hal ini. Sedikit rasa sakit yang Winda alami adalah sewaktu unjung penis
suami Winda menekan untuk berusaha masuk ke vagina Winda. Setelah ujung penisnya
berhasil masuk, suami Winda tidak kesulitan untuk menekan masuk seluruh batang
penisnya ke vagina Winda tanpa menimbulkan rasa sakit sedikitpun di vagina
Winda. Gerakan dan goyangan Winda muncul secara tidak terkontrol akibat rasa
nikmat merasakan goyangannya.

Setelah selesai kita bersetubuh, beberapa
saat suami Winda termenung seolah-olah memikirkan sesuatu. Akhirnya dia berkata
bahwa dia merasa heran bahwa Winda tidak menjerit dan tidak mengeluarkan setitik
daraHPun sewaktu diperawanin malah menurutnya Winda bergoyang liar menikmatinya.
Winda merasa sakit hati dan sedih sekali dituduh bahwa Winda sudah biasa
bersetubuh, padahal itu adalah yang pertama kalinya Winda bersetubuh. Winda
jelaskan kepada pacar Winda bahwa kejadian bersetubuh yang tadi itu adalah yang
pertama buat Winda. Tapi kelihatannya suami Winda tidak begitu mempercayainya.
Padahal Winda sendiri tidak yakin dan tidak tahu kalau dia itu masih benar-benar
jejaka dalam artian belum pernah bersetubuh sama sekali sebelumnya.

Sejak
kejadian itu suami Winda makin aneh kelakuannya. Meskipun hati Winda begitu
sedih dan sulit untuk menerimanya, tetapi Winda dapat mengambil sebuah
kesimpulan bahwa dia tidak sepenuhnya mencintai Winda. Dia hanya mencintai
selaput dara Winda tetapi tidak mencintai Winda secara keseluruhan. Lelaki
semacam ini sebaiknya dijauhi oleh para wanita. Lelaki semacam ini egonya sangat
tinggi, kelakuannya kelak hanya akan membuat kita sebagai wanita tersiksa batin
saja. Kalau seorang laki-laki betul-betul tulus mencintai seorang wanita,
tentunya dia akan mencintai wanita tersebut secara keseluruhannya. Apalagi dalam
hal ini Winda telah menjelaskan kepadanya bahwa dia adalah pria yang pertama
bersetubuh dengan Winda".


Pengakuan
Eli, seorang ibu rumah tangga berumur 35 tahun


"Usia perkawinanku
sekarang telah memasuki tahun ketujuh dan aku sendiri sekarang berumur 35 tahun.
Hubungan seksual tadinya berjalan normal dan memuaskan bagi diri dan suamiku,
tetapi dalam 5 bulan terakhir ini aku hampir tidak pernah lagi dapat mencapai
orgasme. Mungkin hal ini disebabkan oleh rasa jenuh dan bosan akibat dari acara
bersetubuh yang selalu monoton kurang variasi, karena suamiku tidak memiliki
inisiatif untuk lebih menghidupkan lagi acara persetubuhan kita.

Tanpa
direncanakan aku terlibat penyelewangan dengan teman suamiku. Dari penampilan
wajah maupun postur fisiknya dia jauh di bawah suamiku, tapi kalau dia
bersetubuh, dia dapat memberikan apa yang aku tidak peroleh dari suami sendiri.
Dengan telaten dan sabar dia menuntunku untuk melakukan apa saja yang aku sukai
selama bersetubuh. Hasilnya, aku sangat tergantung sekali kepada dia dalam hal
bersetubuh, dan dia tergantung padaku dalam hal materi. Buatku tidak menjadi
masalah. Materi aku dapat minta dengan mudah kepada suamiku.

Penis dia
sendiri ukurannya lebih kecil dari suamiku, tapi cara dia menuntun aku untuk
mencapai orgasme luar biasa sekali, tidak jarang aku dapat mencapai orgasme
lebih dari tiga kali dalam satu kali acara bersetubuh dengan dia. Dampak
lainnya, setiap aku bersetubuh dengan suamiku sendiri aku dapat kembali mencapai
orgasme, hal ini disebabkan karena akau selalu membayangkan goyangan dia selama
akau bersetubuh dengan suamiku.

Buat para lelaki/suami jadikanlah
pengalamanku ini untuk menjaga agar pacar/istri itu tidak mencari penis lain
dengan jalan selalu berusaha untuk memahami keinginan wanita dalam hal
bersetubuh. Wanita sulit untuk mengutarakan keinginannya yang macam-macam dalam
hal bersetubuh karena rasa malu dan takut kalau dicap yang tidak-tidak. Tawaran
dan inisiatif melakukan variasi baru dalam hal bersetubuh sebaiknya datang
terlebih dahulu dari pihak laki-laki. Kalau hanya sekedar memasukkan penis ke
dalam vagina, aku kira hampir semua lelaki tidak perlu belajar, secara alami
pasti bisa.

Yang perlu dipelajari oleh para lelaki adalah bagaimana
caranya agar selalu dapat memberikan suasana dan variasi baru pada setiap
kesempatan bersetubuh, dimana variasi-variasi tersebut juga dapat diterima oleh
pasangannya sehingga acara bersetubuh tersebut tetap diliputi rasa gairah, tidak
monoton dan membosankan untuk dilakukan",
✰⓯☛☛☛ᏙdЎj!Ѐ☚☚☚⓯✰

Sharing Itu Indah

0 komentar:

Posting Komentar

CaLendaR

Powered by Calendar Labs

my aLbum