We R Here Whenever U Need US

Copyright © 2006- ady 15
Selamat Datang di Blog Sederhana Ini d(^.^)b

Kamis, 29 Mei 2014

Tragedi Heysel (29 Mei)

✰⓯☛☛☛ady⓯☚☚☚⓯✰ 39 orang meninggal dunia akibat kejadian ini.
29 Mei 1985, Juventus dan Liverpool bertemu di final Piala Champions (sebelum bernama Liga Champions) musim 1984/85, yang berlangsung di Stadion Heysel, Brussels, Belgia. Final yang kemudian dikenal sebagai tragedi Heysel.
Awalnya, sejumlah suporter Juventus dan Liverpool saling lempar di salah satu sudut stadion. Namun, sekitar satu jam sebelum kick-off atau tepatnya pada pukul tujuh malam waktu setempat, kedua kelompok tersebut sudah mulai bersitegang. Padahal, tidak ada "pembatas" di antara mereka.
Mayoritas dari 60.000 penonton yang menyesaki stadion sudah dimabuk minum-minuman pada hari itu. Saksi mata menyatakan, fans Juventus lebih dulu melempar batu ke arah bagian tempat duduk pendukung Liverpool. Tersengat, kubu Liverpool juga ikut melempat batu ke arah lawan. Rupanya kondisi kian memanas. Pendukung Liverpool yang memang unggul jumlah orang mengubah skenario dengan melakukan penyerangan dan merusak pagar pembatas. Padahal, pagar pembatas itu hanya berupa rantai berkawat.
Kalah jumlah, pendukung Juventus berusaha mundur. Namun, mereka terhalang dengan tembok besar. Tembok stadion itu akhirnya runtuh akibat dorongan dan banyaknya jumlah orang di satu tempat. Akibatnya, ada 39 korban meninggal, 32 orang merupakan pendukung Juventus dan tujuh lainnya adalah pendukung netral, yang terdiri dari empat orang Belgia, dua Prancis, dan satu Irlandia Utara. Mereka jatuh dan tertimpa reruntuhan material tembok.
Suporter Juventus yang lain berusaha melakukan balasan, namun usaha mereka dihalangi pihak kepolisian. Yang terjadi justru bentrok antara aparat kemananan itu dan suporter Juventus. Hampir dua jam kejadian bentrok ini berlangsung.
Pertandingan tetap dilangsungkan dan berakhir untuk kemenangan Juventus lewat gol tunggal Michel Platini.
Tragedi ini mendapat perhatian cukup besar. Pihak kepolisian Inggris kemudian turun tangan melakukan penyelidikan dari berbagai sumber. Ada sebuah film berdurasi 17 menit yang dijadikan sumber, begitu juga sejumlah foto yang merekam kejadian. Namun, hanya 27 orang, sebagian besar dari Merseyside, yang ditahan dengan tuduhan penganiayaan dan pembunuhan. 14 orang dari mereka (semuanya dari pendukung Liverpool) akhirnya resmi dinyatakan bersalah dan dipidana, hukuman penjara selama tiga tahun.
Pada 30 Mei 1985, UEFA membuat sebuah pernyataan, melalui penyidik resmi mereka, Gunter Schneider, yang isinya menyebut bahwa kesalahan sepenuhnya ada di pihak Liverpool.
Tragedi ini mengundang perhatian dari Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher. Pada 31 Mei 1985, ia mendesak agar tim-tim Inggris dilarang tampil di Eropa. Rupanya, peringatan itu diamini pihak UEFA dengan mengeluarkan keputusan resmi, semua klub Inggris dilarang bermain di Eropa untuk waktu yang belum ditentukan. Pada 6 Juni 1985, keputusan berlaku untuk di level dunia juga. Satu pekan kemudian, ada pernyataan pengecualian untuk pertandingan persahabatan. Semua sanksi tersebut tidak berlaku untuk timnas Inggris.
Kerugian buat klub-klub Inggris tidak berhenti di sini saja. Ada sebuah keputusan yang cukup berpengaruh pada sepakbola mereka adalah larangan bagi klub-klub Inggris untuk berkiprah di dunia selama lima tahun. Khusus untuk Liverpool, ada tambahan waktu tiga tahun, namun kemudian direvisi menjadi satu tahun saja.
Tregedi Heysel ini cukup berpengaruh bagi sepakbola di dalam negeri Inggris. Klub-klub Inggris yang seharusnya bisa tampil di level Eropa dan dunia, seperti Manchester United, Arsenal, Chelsea, Tottenham, Everton, dan Nottingham Forest, terpaksa tidak bisa bermain.
Partai perdelapan-final Liga Champions 2005 mempertemukan Liverpool dan Juventus. Ini adalah pertemuan pertama kali setelah 20 tahun lamanya. Ada sejumlah gestur yang ingin menunjukkan agar hubungan keduanya membaik ketika pertandingan itu berlangsung di Anfield. Ian Rush dan Michel Platini membawa sebuah baner yang berisi pesan, "In Memory and Friendship": In Memoria e Amicizia.
sumber
 

    Sharing Itu Indah

0 komentar:

Posting Komentar

CaLendaR

Powered by Calendar Labs

my aLbum